Minggu, 27 Desember 2009

Aku masih disini

Terlalu lama aku meninggalkan blog ini, sekitar 4 bulan. Awalnya ku putuskan untuk diakhiri saja, tapi kau memintaku untuk terus menulis. Akan kucoba Dis.

***
Saat ini yang kutahu kau telah berdua, mungkin orang tersebutlah potongan hati yang selama ini kau cari.

Andai kau percaya, jujur dari palung hatiku yang paling dalam aku ikut senang. Senang akhirnya bulan itu menemukan bintangnya.

Di statusmu kalau tak salah kau pernah bilang
akhirnya 'bintang fatamorgana' itu hilang bersama cinta semu'nya.

Aku tahu yang kau maksud adalah aku, iya kan?

Tapi sayangnya sampai saat ini aku masih buram dengan pengertian cinta semu itu sendiri, entah apa maksudnya.
Mungkinkah cinta dikatakan tak semu jika telah bersanding dengan pujaannya? Atau jika telah berhasil memeluk raganya?

Ah. Aku makin bingung dis.
Milik siapapun kau sekarang, aku tak peduli. Selama dia dapat menjagamu dan memberimu senyum yang lebih kasat mata dari yang ku berikan, aku ikut senang.

Kumohon jangan pernah paksa hati ini untuk mencari yang lebih baik. Bagiku mencintai apa adanya kamu merupakan suatu kebahagiaan.

Semoga kau masih ingat bahwa cintaku telah penuh dari awal, takkan pernah bertambah apalagi berkurang apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaanmu nanti.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Memiliki kehilangan

Seandainya benar-benar dia takkan hiraukan aku. Aku rasa aku tengah berada di titik terendah hidupku. Sangat rendah. Aku adalah orang yang mengecewakan. Bahkan untuk diriku sendiri.

Ada di dekatnya saja telah membuat tubuhku gemetar hebat, apalagi menatap matanya, atau menjadi pacarnya.
Ah, bisa mati gara-gara terlalu menggigil.

Kau bilang aku mencintaimu dengan cara yang beda. Kau bilang aku terlalu "kecil" untuk mendapatkanmu.
Memang nyaliku terlalu remeh untuk mengatakannya, tapi perasaanku terlalu besar untukku di abaikan.

Aku semakin bingung, yang ku tahu hidup itu pilihan, kadang dibuatnya aku menangis jika teringat apa yang telah ku pilih.

Disaat darah itu telah mengalir, hanya diam yang ku perbuat, hanya jiwa pengecut yang menggelayut mesra diantara besarnya rasaku.

Tapi asal kau tau dis, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu mencintaimu dengan utuh.

Jumat, 07 Agustus 2009

Ada dalam dilema

Entah apa yang sebenarnya ku rasakan saat tahu dia telah sendiri.
Bahagia, sedih, bingung, atau ekspresi yang lain. Sulit kupilih mana yang benar-benar menjadi cerminan perasaanku.

Bukankah sebenarnya ini yang ku tunggu-tunggu?
Saat dimana tak ada orang disamping adis yang bisa membuatku 'tersedak' lagi.

"Ayo grey inilah waktu yang tepat..!!"

Ah boi,,
Aku masih merasa takut. Aku selalu terngiang-ngiang teori itu,, cinta tak harus memiliki. Apalah arti memiliki hanya untuk menyakiti.

"Teori tinggal teori grey, adakalanya hidup tak berdampingan dengan teori,."

?!#%¿ _confuse

***

Menurutku Tuhan benar-benar sayang pada adis, Dia tak ingin waktu gadis manis itu terlalu lama dihabiskan dengan seseorang yang mungkin hanya akan memberinya sakit, aku yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.
Dan aku?
Apakah aku mampu lebih baik?
Tak ada jaminan untuk itu boi. Aku sendiri tak berani menjamin.

Berjalan dengan waktu adalah hal yang akhirnya selalu kupilih untuk mengakhiri kebuntuan pilihanku. Begitupun untuk hal satu ini.
Kau dan aku ada dalam dimensi yang sama, itulah yang menyebabkan kita sepertinya tak mungkin menjadi kepingan hati yang dapat disatukan.

***

Selamat datang di dunia kesendirian dis. Kadang dunia seperti ini jauh lebih asik dari yang kita bayangkan.

Kehidupan kadang tak beriring seperti yang kita mau. Tak berjalan pelan di samping kita saat kita sendirian.
Tapi bukan berarti hidup itu kejam, tapi hidup lebih tau akan semua hal, termasuk tentang diri kita melebihi pengetahuan kita tentangnya. Mungkin adis akan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat saat sendiri.
Keep spirit girl..

Sabtu, 25 Juli 2009

Tentang aku

Kau minta aku menulis tentang aku. Grey si abu-abu.

Hmm..
Entah bagaimana caranya mendeskripsikan diriku sendiri Dis, harus dimulai dengan kata apa dan kalimat bagaimana, aku tak tahu..
*confuse

Oke.
Dengan sedikit meraba akan kucoba menyederhanakannya.

***

Aku penikmat buku dan pena.

Aku pengagum kuning yang sedikit risih dengan orang tinggi hati.

Aku orang yang sedang berusaha mencari potongan hatiku yang hilang, dan aku mulai pencarian itu dengan menulis di blog ini.

Aku manusia yang tak pernah mau berusaha melawan ketidakmungkinan hidup. Bagiku kalau sudah tidak mungkin ya sudah. ^^v

Aku adalah bagian dari generasi 45, tapi biarpun begitu IPK pertamaku tak begitu bagus. Ternyata 45 bagiku tak selalu bermakna kemenangan, keperkasaan atau kemerdekaan, bisa juga sebaliknya. Buktinya aku dikalahkan oleh nafsu untuk memalaskan diri.
*sebenarnya bukan salah 45 nya,, hehe

Aku penyuka dunia maya, karena akibatnya lah aku bisa sedikit menyalurkan rasa yang mulai membuat dadaku sesak.

Aku periang yang lebih suka menyendiri.

Aku . . . (nothing to describe)

Sabtu, 18 Juli 2009

Kembali kata dari seorang abu-abu

Bila nanti bulan membara dan pijar mataku redup tiba-tiba, tolong tancapkan belati di dada dan alirkan darahku pada fatamorgana.

Nice words.
Akan selalu ku ingat kata-kata itu, tapi aku tak pernah mengharapkan matamu redup segera hanya untuk mendapatkan alirah darah itu.

Andai kau masih ingat, dipostingan pertama aku pernah berucap,
"jangan pernah hiraukan seorang grey, karena itu hanya akan membuat langkahmu terhenti".

Tulisanku di blog inipun hanya "sekedar mengungkapkan rasa di sudut asa". Tak ada maksud lain. Kuingin kau tak terpengaruh sedikit pun, dimana senantiasa menjadi adis yang mencintai sejuk dan merindukan riang.

Ku biarkan tulisan demi tulisan mengalir tak ubahnya mata air. Bening dan berirama.

Tapi bukankah seluruh tetesan dan aliran air dimanapun itu pasti akan menemukan muaranya?

Lantas bagaimana ceritaku ini akan bermuara?
Atau.. tak pernah terdapat episode akhir?

Time is the answer.

Aku jelas bukan pangeran berkuda putih atau pahlawan berbentuk apapun, aku hanya seorang abu-abu sang pemilik hati yang belum lengkap.

Kisah pencarian potongan hati ini mungkin adalah jalan yang tak berujung atau cerita yang tak pernah selesai. Meskipun begitu ku harap dalam setiap langkah-langkahnya akan selalu terkarang melodi yang indah.

Ingat. Jika suatu ketika kamu merasa lelah dalam perjalanan hidup dan cintamu, 'mata air' ini selalu ada untuk kau pakai kapanpun kau butuhkan. =)

Selasa, 07 Juli 2009

Hanya aku yang tahu

Aku pernah punya kenangan indah bersama adis, pertama, dan ku harap bukan yang terakhir.
Sebenarnya tak terlalu istimewa, mungkin adis sendiri telah lupa jika ternyata aku pernah begitu dekat dengannya.
Afterall, buatku itulah kenangan terbaik yang pernah aku punya.
Sebentar.
Tapi brkesan.
Sekali lagi berkesan hanya dalam dimensiku.
Kenangan seperti apa itu bentuknya tak begitu nyata bisa ku gambarkan. Aku hanya sebatas merasakan, tapi itu benar-benar pernah terjadi.

Entah apa yang terjadi,,
waktu itu aku tak berani untuk menatap matanya. Bahkan bila harus jujur sampai sekarang pun aku belum punya keberanian untuk itu. Aku hanya mampu sebatas mengamati dari jarak dimana aku bisa brsembunyi dengan semua rasa pecundang-ku, semua kulakukan karena aku tahu mata tak bisa berbohong, aku takut mataku akan mengatakan semuanya.

Saat aku berada di sampingnya aku selalu tak ingin dia tahu kalau itu adalah aku. Yang aku ingin di tahu ialah bahwa dia akan selalu ada di hatiku. Itu saja. Aku tak peduli bagaimanapun keadaannya dan untuk siapapun hatinya.

Singing:
Hanya cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima.

Kadang dia membuatku begitu merasakan kebahagiaan, tapi tak jarang dia membuatku tertunduk lesu tak bersemangat saat aku kembali tersadar bahwa dia telah menjadi milik yang lain.
Aku tak boleh bilang kalau aku lelah, meskipun aku tahu dicintai adis adalah sesuatu yang jauh dari mungkin.
Kesabaranku untuk menunggunya akan berakhir saat kesempatan itu benar-benar telah tertutup.

Singing (lagi) :
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi, hanya untuk bersamanya..
Ku mencintainya, sungguh mencintainya..

Nb. Terima kasih jika adis mau mampir ke blog fatamorgana ini. =)

Kamis, 25 Juni 2009

Akankah sering melihatnya lagi?

TPB adalah masa terbaik bagi kisah pengagumanku terhadap Adis. Saat ini kadang aku bisa melihatnya tiap hari, akan tetapi tak jarang pula seminggu berlalu aku tak melihat wajah manisnya.
Sekarang, disaat pembelajaran di TPB (Tingkat Pembantaian Bersama) akan segera berakhir, jiwa ini mulai merasakan tanda-tanda kehilangan. Aku merasa di fakultas nanti aku akan sangat jarang bertemu dengannya. Apalagi kita beda fakultas.
Boleh pindah departemen? Hhe

Entah tanda-tanda ini nyata atau tidak, tapi itulah yang kurasakan sekarang. Mungkin hanya kehilangan akan dia yang akan menjadi teman di hari-hari libur UAS-ku nanti.

Masa tak terlupakan saat melihatnya tertawa, masa terindah saat tahu ternyata dia mau meramahkan hatinya menerimaku sebagai pengagumnya, dan masa-masa lain yang selalu membuatku bersemangat,

Akankah nanti tak akan ada masa-masa itu lagi?

Ada sedikit ketakutan pada saat hatiku berbisik dalam lirih,
Inilah akhir kisah pengagumanku terhadapnya.
Akan terasa sulit jika ingin dilanjutkan.

Sisi lain hatiku berontak,
grey, apakah perjuanganmu hanya sampai sini? Padam hanya karena beda fakultas?

Nanti dulu,,
perjuangan?
Apa maksudnya?
Tak pernah ada perjuangan disini, kalau ada, berarti harus ada akhirnya, baik itu sebuah kemenangan, kemerdekaan atau apalah yang akan membayar semua bentuk pengorbanan kita dulu.
Tapi dalam hal ini aku tak mengharapkan apapun terhadap semua yang pernah aku lakukan selama menjadi pengagumnya.
Dapat melihatnya tersenyum setiap hari sudah lebih dari cukup bagiku.

Lanjutkan! =)

Selasa, 16 Juni 2009

Adis = Pelangi di Malam Hari (unthinkable)

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah ku lakukan untukmu
Demi mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti datangnya pelangi di malam hari . .
Yang sepi . .

Ku sadari yang telah ku lakukan
Membuat hatimu terpenjara
Dan tak kuasa membukanya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu patah tak terganti

Cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Cinta tak harus bersama
Tak harus menyentuhmu
Membiarkan dirimu dalam bahagia
Walau tak disampingku
Itu ketulusan cintaku

***

Beberapa hari kebelakang lagu Vidi diatas selalu menjadi teman terbaik di malam sepi yang kadang tak bersahabat. Liriknya membuat hati ini kembali sedikit tenang dan sadar bahwa cinta memang tak harus memiliki. Tak ada alasan untuk dipaksakan. Apalah arti memiliki jika hanya untuk menyakiti orang yang kita cintai. Bukankah kebahagiaanya jauh lebih penting. Jika aku bisa, aku akan minta tolong pada Sang Maha Pembolak-balik Hati agar perasaan ini jatuh bukan pada orang yang tak pantas jika aku jadi miliknya.

Kamis, 11 Juni 2009

Kadang aku lebih tak berguna dari apapun

Tadi malam kira-kira jam 12 kurang sedikit, Adis menelponku. Dengan begitu munafik tak ku angkat telponnya.
Jujur, bukan aku tak mau mengangkatnya, tapi aku benar-benar belum siap. Belum siap berbicara dengan orang yang selalu membuat hidupku bersemangat.
Tiga kali handphone-ku berdering di malam yang hangat itu, tiga kali pula aku merasakan ketakutan Adis akan marah padaku.
Sebelumnya aku tak tahu itu nomor siapa, tanpa nama. Tapi tiba-tiba pikiranku langsung teringat Adis. Mungkin karena hanya Adis lah yang selalu ada dalam pikiranku. Haha.
Tanpa basa-basi untuk membuktikan feeling-ku, ku sms nomor tak bernama itu.

Siapa? Adis?

Balasannya ialah,

"Iya,. Knpa ko ga diangkt,.? Angkt aja,?"

Ya Tuhan, ternyata benar dia.
Bagaimana ini? Akhirnya aku kembali berkata melalui sms. Intinya aku minta maaf, aku benar-benar belum siap diketahui olehnya.
Lama kutunggu balasan darinya.
Kira-kira 30 menit berlalu ia tak kunjung membalasnya.
Kupikir mungkin ia telah larut dalam pangkuan mimpinya. Oleh karena itu pula aku pun beranjak tidur dengan masih ada banyak tanda tanya dalam kepala.
Kenapa Adis tiba-tiba menelponku?
Apakah dia sepenasaran itu terhadap seorang grey?
Atau ada alasan lain yang aku tak tahu?

Aku berharap mimpiku akan menjawab semua pertanyaan itu.

***

Pagi hari saat aku bangun, tanpa mimpi dan jawaban akan semua pertanyaan itu, kulihat nama indahnya tertera di handphone-ku. Adiz. Ternyata semalam dia membalasnya, kulihat waktu penerimaan tepat pukul 01.27, artinya satu setengah jam setelah aku mengirim sms permohonan maaf padanya.
Tanpa basa-basi, ku baca sms itu.

"Adis td btuh tmen crita,.. Tp, grey klhtn'nya emank ga mw nerima twran prtmanan dis'ya... :-|
ya udh, ga apa2 ko.. Asal grey tw Adis hr ni sdih bngtz..."

Selesai ku baca, aku hanya bisa berteriak dalam hati bersama rasa bersalah yang begitu besar.
Arrrrrrrrrrrrrrrrrrggggghhh!!!!!
Adis sedih?? Bahkan dia bilang sedih "bngtz"?
Mungkin dia ingin berbagi sedikit dukanya dengan menelponku, tapi yang aku lakukan malah akan membuatnya semakin sedih, dan jauh lebih terluka.
Pengagum macam apa aku ini??

B***sh*t buat grey.
Aku rasa aku hanya bisa mengganggunya tanpa bisa memberikan timbal balik apapun, bahkan ketika dia meminta bahu-ku untuk bersandar.
Seandainya dia cerita melalui sms, ku usahakan ku layani sampai kapanpun ia mau mengakhiri ceritanya.

Sekali lagi aku benar-benar minta maaf.

Maukah adis menerima permintaan maaf grey? =)


***

Tiba-tiba ada desakan dalam diri yang membuatku nekat untuk menelponnya. Desakan dari rasa bersalah yang terlalu besar, sampai-sampai aku hampir tak peduli dengan semua penyamaranku.

Cukup lama aku berbicara dengannya.
Akhirnya aku bertanya,
"Semalam sedih kenapa Dis?"
Lebih dari satu kali aku ajukan pertanyaan itu, dan jawabannya selalu sama,

"gapapa kok, sekarang dah ga sedih lagi."

Dia pun mengatakan kalau dia sekedar ingin menangis tadi malam.
Mendengar jawabannya itu membuatku tak berniat bertanya lebih jauh lagi.
Sampai aku menulis di blog inipun aku belum tahu apa yang membuatnya sedih.

Yang terpenting adis jangan sedih lagi ya?! Oke, oke,,

Aku senang bisa mendengar langsung suara anehnya, walaupun kadang dia tak jelas. Haha.

NB: Untuk seseorang yang adis pilih, plis, jangan pernah mengurangi rasa sayangmu untuknya, karena aku yakin Adis tak akan melakukan itu padamu. ;)

Menatap langkahmu, meratapi kisah hidupmu . .
Terlukis jelas bahwa hatimu . .
Anugerah terindah yang (belum) pernah kumiliki.

Senin, 08 Juni 2009

Aku hanya sebuah fatamorgana

Saat Adis sakit, apa yang bisa aku lakukan untuknya?
Tak ada.
Bukan aku tak mau melakukan apa-apa, tapi lebih ke "tak bisa" berbuat apa-apa dengan keterbatasan posisiku saat ini. Maafkan aku.
Afterall, aku akan selalu mengirim doa terbaikku untuknya. Tanpa ia minta sekalipun.
Semoga cepat sembuh untuk orang yang selalu membuat jantungku berdetak tak biasa.

Jujur, sebelum aku berdamai dengan hatiku sendiri, selalu sedikit "tersedak" saat melihat Adis bersama yang lain. Entah itu teman-temannya, atau kekasihnya.
Mungkin saat ini memang aku sudah jarang "tersedak" lagi, alasannya bukan gara-gara perasaanku terhadapnya berkurang, tapi sekarang aku telah tersadarkan kalau "tersedak" hanya akan membuatku merasakan sakit sendiri. Dimana tak seorang pun tau apalagi ikut merasakan semua rasaku untuk Adis, dan bagaimana sakitnya itu disaat tak terbalaskan. Haha.
Bagiku terlalu abstrak untuk dicintai Adis, dan terlalu berharga memiliki hanya untuk menyakitinya.

Disaat aku bilang padanya aku hanya ingin dia tahu aku sebatas fatamorgana, jawaban yang ia berikan ialah,

"Emank mw cman sbts ftamorgana,.? :-|"

Sebenarnya jauh dalam lubuk hati ini, tentu saja sungguh-sungguh aku tak mengingikannya. Apalah arti fatamorgana? Meskipun indah, tapi hanya sebuah ketidakjujuran.
Cukup ia menggambarkan wujudku sebagaimana ia ingin menggambar. Biarkan aku yang di pikirannya adalah apa yang ia pikirkan.
Tapi aku juga tak mau termasuk orang yang munafik dengan mengatakan kalau aku tak punya ego sedikitpun untuk ingin memiliki Adis.
Tapi persoalannya apa Allah merestui jika aku jadi orang yang Adis cintai?
Apa Adis akan selalu bahagia bila aku yang ada di sampingnya?
Apa aku tak akan pernah menorehkan duri di setiap jejak-jejak cintaku yang ku ukir dalam hidupnya?
Jika ke semua pertanyaan itu jawabannya adalah TIDAK, maka jauh lebih baik aku kembali jadikan Adis hanya sebuah siluet.
Biarpun hanya menjadi pemuja rahasianya, setidaknya aku bisa menikmati Adis dari tiap sisi tergelap dalam hidupku.

Harapku semoga ini bukan tulisan terakhirku untuknya.

Kamis, 04 Juni 2009

Perkenalan dari Grey

E.R Adistya . .
Nama yang bagus bukan?
Semua orang aku yakin akan sependapat denganku apalagi sudah melihat orangnya.
Ini adalah blog yang aku khususkan bercerita tentang dia, tentang perasaanku yang akan sangat sulit terbalaskan. Sangat sulit.
Tak ada waktu yang terukur kapan aku akan mengisi blog ini, Tiap hari? Tiap Minggu? Tiap Bulan? Atau ini tulisan terakhirku untuknya?
Entahlah . .
Mungkin sampai dia ada di sampingku! Haha

Adis. Begitu aku memanggilnya, tak beda dengan bagaimana orang-orang yang baru kenal dia memanggilnya. Karena memang diriku bukanlah orang spesial dimata Adis, aku sama asingnya dengan yang lain.

Sebelumnya, siapa Adis dan siapa Grey(aku)?
Adis adalah mahasiswi asal Kalimantan yang multitalenta.
Sedangkan Grey hanyalah salah satu dari sekian banyak pengagum Adis yang hanya bisa merangkai kata-kata melalui blog ini untuk sekedar menyalurkan isi hatinya. Afterall Grey tak akan pernah mendapat perhatian lebih darinya. Sebagian besar perhatiannya telah ia curahkan untuk keluarga, teman-teman, dan tentu saja orang yang paling beruntung,, kekasihnya.

Pesan moral yang begitu ketara terangkat disini ialah

"Bukankah cinta itu tak harus memiliki?"

Terdengar klasik memang, tapi itulah kenyataan yang sekarang terjadi padaku. Aku benar-benar telah berusaha berdamai dengan hatiku sendiri untuk menyimpan Adis hanya dalam bentuk siluet, karena aku tau hanya sebuah kebodohan mengharapkan Adis ada disampingku dalam keadaan nyata.
Memang bukanlah keputusan yang bijak mencoba merebut Adis dari kekasihnya, orang itu adalah pilihannya, dan tentu saja aku harus menghormati keputusannya itu.

Setiap teringat Adis seperti ada pengisi tenaga baru untukku jalani hidup. Meskipun sebenarnya aku tak pernah dekat dengannya, tapi bagiku telah mengenal seorang Adis adalah sebuah anugerah.

Kadang aku iri, beruntung sekali pacarnya itu, disaat orang lain hanya bisa memandang Adis dengan segala rasa yang dipendam dalam hati, dia bisa memiliki Adis seutuhnya dan bisa dicintai Adis sepenuhnya.
Aku hanya bisa berdoa semoga tak ada satu bagian kecilpun dari hati Adis yang tersakiti, dan aku akan selalu berharap yang terbaik untuk jalan cintanya. Buatku tak jadi masalah siapa yang akan menjadi pilihannya, yang terpenting adalah orang itu senantiasa menerima Adis apa adanya.

Buat Adis teruslah berjalan mencapai apa yang ingin kamu capai, jangan pernah mencoba hiraukan aku yang mungkin hanya akan membuat langkahmu terhenti.