Seandainya benar-benar dia takkan hiraukan aku. Aku rasa aku tengah berada di titik terendah hidupku. Sangat rendah. Aku adalah orang yang mengecewakan. Bahkan untuk diriku sendiri.
Ada di dekatnya saja telah membuat tubuhku gemetar hebat, apalagi menatap matanya, atau menjadi pacarnya.
Ah, bisa mati gara-gara terlalu menggigil.
Kau bilang aku mencintaimu dengan cara yang beda. Kau bilang aku terlalu "kecil" untuk mendapatkanmu.
Memang nyaliku terlalu remeh untuk mengatakannya, tapi perasaanku terlalu besar untukku di abaikan.
Aku semakin bingung, yang ku tahu hidup itu pilihan, kadang dibuatnya aku menangis jika teringat apa yang telah ku pilih.
Disaat darah itu telah mengalir, hanya diam yang ku perbuat, hanya jiwa pengecut yang menggelayut mesra diantara besarnya rasaku.
Tapi asal kau tau dis, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu mencintaimu dengan utuh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar