Kamis, 25 Juni 2009

Akankah sering melihatnya lagi?

TPB adalah masa terbaik bagi kisah pengagumanku terhadap Adis. Saat ini kadang aku bisa melihatnya tiap hari, akan tetapi tak jarang pula seminggu berlalu aku tak melihat wajah manisnya.
Sekarang, disaat pembelajaran di TPB (Tingkat Pembantaian Bersama) akan segera berakhir, jiwa ini mulai merasakan tanda-tanda kehilangan. Aku merasa di fakultas nanti aku akan sangat jarang bertemu dengannya. Apalagi kita beda fakultas.
Boleh pindah departemen? Hhe

Entah tanda-tanda ini nyata atau tidak, tapi itulah yang kurasakan sekarang. Mungkin hanya kehilangan akan dia yang akan menjadi teman di hari-hari libur UAS-ku nanti.

Masa tak terlupakan saat melihatnya tertawa, masa terindah saat tahu ternyata dia mau meramahkan hatinya menerimaku sebagai pengagumnya, dan masa-masa lain yang selalu membuatku bersemangat,

Akankah nanti tak akan ada masa-masa itu lagi?

Ada sedikit ketakutan pada saat hatiku berbisik dalam lirih,
Inilah akhir kisah pengagumanku terhadapnya.
Akan terasa sulit jika ingin dilanjutkan.

Sisi lain hatiku berontak,
grey, apakah perjuanganmu hanya sampai sini? Padam hanya karena beda fakultas?

Nanti dulu,,
perjuangan?
Apa maksudnya?
Tak pernah ada perjuangan disini, kalau ada, berarti harus ada akhirnya, baik itu sebuah kemenangan, kemerdekaan atau apalah yang akan membayar semua bentuk pengorbanan kita dulu.
Tapi dalam hal ini aku tak mengharapkan apapun terhadap semua yang pernah aku lakukan selama menjadi pengagumnya.
Dapat melihatnya tersenyum setiap hari sudah lebih dari cukup bagiku.

Lanjutkan! =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar