Senin, 08 Juni 2009

Aku hanya sebuah fatamorgana

Saat Adis sakit, apa yang bisa aku lakukan untuknya?
Tak ada.
Bukan aku tak mau melakukan apa-apa, tapi lebih ke "tak bisa" berbuat apa-apa dengan keterbatasan posisiku saat ini. Maafkan aku.
Afterall, aku akan selalu mengirim doa terbaikku untuknya. Tanpa ia minta sekalipun.
Semoga cepat sembuh untuk orang yang selalu membuat jantungku berdetak tak biasa.

Jujur, sebelum aku berdamai dengan hatiku sendiri, selalu sedikit "tersedak" saat melihat Adis bersama yang lain. Entah itu teman-temannya, atau kekasihnya.
Mungkin saat ini memang aku sudah jarang "tersedak" lagi, alasannya bukan gara-gara perasaanku terhadapnya berkurang, tapi sekarang aku telah tersadarkan kalau "tersedak" hanya akan membuatku merasakan sakit sendiri. Dimana tak seorang pun tau apalagi ikut merasakan semua rasaku untuk Adis, dan bagaimana sakitnya itu disaat tak terbalaskan. Haha.
Bagiku terlalu abstrak untuk dicintai Adis, dan terlalu berharga memiliki hanya untuk menyakitinya.

Disaat aku bilang padanya aku hanya ingin dia tahu aku sebatas fatamorgana, jawaban yang ia berikan ialah,

"Emank mw cman sbts ftamorgana,.? :-|"

Sebenarnya jauh dalam lubuk hati ini, tentu saja sungguh-sungguh aku tak mengingikannya. Apalah arti fatamorgana? Meskipun indah, tapi hanya sebuah ketidakjujuran.
Cukup ia menggambarkan wujudku sebagaimana ia ingin menggambar. Biarkan aku yang di pikirannya adalah apa yang ia pikirkan.
Tapi aku juga tak mau termasuk orang yang munafik dengan mengatakan kalau aku tak punya ego sedikitpun untuk ingin memiliki Adis.
Tapi persoalannya apa Allah merestui jika aku jadi orang yang Adis cintai?
Apa Adis akan selalu bahagia bila aku yang ada di sampingnya?
Apa aku tak akan pernah menorehkan duri di setiap jejak-jejak cintaku yang ku ukir dalam hidupnya?
Jika ke semua pertanyaan itu jawabannya adalah TIDAK, maka jauh lebih baik aku kembali jadikan Adis hanya sebuah siluet.
Biarpun hanya menjadi pemuja rahasianya, setidaknya aku bisa menikmati Adis dari tiap sisi tergelap dalam hidupku.

Harapku semoga ini bukan tulisan terakhirku untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar