Kamis, 04 Juni 2009

Perkenalan dari Grey

E.R Adistya . .
Nama yang bagus bukan?
Semua orang aku yakin akan sependapat denganku apalagi sudah melihat orangnya.
Ini adalah blog yang aku khususkan bercerita tentang dia, tentang perasaanku yang akan sangat sulit terbalaskan. Sangat sulit.
Tak ada waktu yang terukur kapan aku akan mengisi blog ini, Tiap hari? Tiap Minggu? Tiap Bulan? Atau ini tulisan terakhirku untuknya?
Entahlah . .
Mungkin sampai dia ada di sampingku! Haha

Adis. Begitu aku memanggilnya, tak beda dengan bagaimana orang-orang yang baru kenal dia memanggilnya. Karena memang diriku bukanlah orang spesial dimata Adis, aku sama asingnya dengan yang lain.

Sebelumnya, siapa Adis dan siapa Grey(aku)?
Adis adalah mahasiswi asal Kalimantan yang multitalenta.
Sedangkan Grey hanyalah salah satu dari sekian banyak pengagum Adis yang hanya bisa merangkai kata-kata melalui blog ini untuk sekedar menyalurkan isi hatinya. Afterall Grey tak akan pernah mendapat perhatian lebih darinya. Sebagian besar perhatiannya telah ia curahkan untuk keluarga, teman-teman, dan tentu saja orang yang paling beruntung,, kekasihnya.

Pesan moral yang begitu ketara terangkat disini ialah

"Bukankah cinta itu tak harus memiliki?"

Terdengar klasik memang, tapi itulah kenyataan yang sekarang terjadi padaku. Aku benar-benar telah berusaha berdamai dengan hatiku sendiri untuk menyimpan Adis hanya dalam bentuk siluet, karena aku tau hanya sebuah kebodohan mengharapkan Adis ada disampingku dalam keadaan nyata.
Memang bukanlah keputusan yang bijak mencoba merebut Adis dari kekasihnya, orang itu adalah pilihannya, dan tentu saja aku harus menghormati keputusannya itu.

Setiap teringat Adis seperti ada pengisi tenaga baru untukku jalani hidup. Meskipun sebenarnya aku tak pernah dekat dengannya, tapi bagiku telah mengenal seorang Adis adalah sebuah anugerah.

Kadang aku iri, beruntung sekali pacarnya itu, disaat orang lain hanya bisa memandang Adis dengan segala rasa yang dipendam dalam hati, dia bisa memiliki Adis seutuhnya dan bisa dicintai Adis sepenuhnya.
Aku hanya bisa berdoa semoga tak ada satu bagian kecilpun dari hati Adis yang tersakiti, dan aku akan selalu berharap yang terbaik untuk jalan cintanya. Buatku tak jadi masalah siapa yang akan menjadi pilihannya, yang terpenting adalah orang itu senantiasa menerima Adis apa adanya.

Buat Adis teruslah berjalan mencapai apa yang ingin kamu capai, jangan pernah mencoba hiraukan aku yang mungkin hanya akan membuat langkahmu terhenti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar