Entah apa yang sebenarnya ku rasakan saat tahu dia telah sendiri.
Bahagia, sedih, bingung, atau ekspresi yang lain. Sulit kupilih mana yang benar-benar menjadi cerminan perasaanku.
Bukankah sebenarnya ini yang ku tunggu-tunggu?
Saat dimana tak ada orang disamping adis yang bisa membuatku 'tersedak' lagi.
"Ayo grey inilah waktu yang tepat..!!"
Ah boi,,
Aku masih merasa takut. Aku selalu terngiang-ngiang teori itu,, cinta tak harus memiliki. Apalah arti memiliki hanya untuk menyakiti.
"Teori tinggal teori grey, adakalanya hidup tak berdampingan dengan teori,."
?!#%¿ _confuse
***
Menurutku Tuhan benar-benar sayang pada adis, Dia tak ingin waktu gadis manis itu terlalu lama dihabiskan dengan seseorang yang mungkin hanya akan memberinya sakit, aku yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.
Dan aku?
Apakah aku mampu lebih baik?
Tak ada jaminan untuk itu boi. Aku sendiri tak berani menjamin.
Berjalan dengan waktu adalah hal yang akhirnya selalu kupilih untuk mengakhiri kebuntuan pilihanku. Begitupun untuk hal satu ini.
Kau dan aku ada dalam dimensi yang sama, itulah yang menyebabkan kita sepertinya tak mungkin menjadi kepingan hati yang dapat disatukan.
***
Selamat datang di dunia kesendirian dis. Kadang dunia seperti ini jauh lebih asik dari yang kita bayangkan.
Kehidupan kadang tak beriring seperti yang kita mau. Tak berjalan pelan di samping kita saat kita sendirian.
Tapi bukan berarti hidup itu kejam, tapi hidup lebih tau akan semua hal, termasuk tentang diri kita melebihi pengetahuan kita tentangnya. Mungkin adis akan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat saat sendiri.
Keep spirit girl..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar