Terlalu lama aku meninggalkan blog ini, sekitar 4 bulan. Awalnya ku putuskan untuk diakhiri saja, tapi kau memintaku untuk terus menulis. Akan kucoba Dis.
***
Saat ini yang kutahu kau telah berdua, mungkin orang tersebutlah potongan hati yang selama ini kau cari.
Andai kau percaya, jujur dari palung hatiku yang paling dalam aku ikut senang. Senang akhirnya bulan itu menemukan bintangnya.
Di statusmu kalau tak salah kau pernah bilang
akhirnya 'bintang fatamorgana' itu hilang bersama cinta semu'nya.
Aku tahu yang kau maksud adalah aku, iya kan?
Tapi sayangnya sampai saat ini aku masih buram dengan pengertian cinta semu itu sendiri, entah apa maksudnya.
Mungkinkah cinta dikatakan tak semu jika telah bersanding dengan pujaannya? Atau jika telah berhasil memeluk raganya?
Ah. Aku makin bingung dis.
Milik siapapun kau sekarang, aku tak peduli. Selama dia dapat menjagamu dan memberimu senyum yang lebih kasat mata dari yang ku berikan, aku ikut senang.
Kumohon jangan pernah paksa hati ini untuk mencari yang lebih baik. Bagiku mencintai apa adanya kamu merupakan suatu kebahagiaan.
Semoga kau masih ingat bahwa cintaku telah penuh dari awal, takkan pernah bertambah apalagi berkurang apapun yang terjadi dan bagaimanapun keadaanmu nanti.
Minggu, 27 Desember 2009
Sabtu, 08 Agustus 2009
Memiliki kehilangan
Seandainya benar-benar dia takkan hiraukan aku. Aku rasa aku tengah berada di titik terendah hidupku. Sangat rendah. Aku adalah orang yang mengecewakan. Bahkan untuk diriku sendiri.
Ada di dekatnya saja telah membuat tubuhku gemetar hebat, apalagi menatap matanya, atau menjadi pacarnya.
Ah, bisa mati gara-gara terlalu menggigil.
Kau bilang aku mencintaimu dengan cara yang beda. Kau bilang aku terlalu "kecil" untuk mendapatkanmu.
Memang nyaliku terlalu remeh untuk mengatakannya, tapi perasaanku terlalu besar untukku di abaikan.
Aku semakin bingung, yang ku tahu hidup itu pilihan, kadang dibuatnya aku menangis jika teringat apa yang telah ku pilih.
Disaat darah itu telah mengalir, hanya diam yang ku perbuat, hanya jiwa pengecut yang menggelayut mesra diantara besarnya rasaku.
Tapi asal kau tau dis, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu mencintaimu dengan utuh.
Ada di dekatnya saja telah membuat tubuhku gemetar hebat, apalagi menatap matanya, atau menjadi pacarnya.
Ah, bisa mati gara-gara terlalu menggigil.
Kau bilang aku mencintaimu dengan cara yang beda. Kau bilang aku terlalu "kecil" untuk mendapatkanmu.
Memang nyaliku terlalu remeh untuk mengatakannya, tapi perasaanku terlalu besar untukku di abaikan.
Aku semakin bingung, yang ku tahu hidup itu pilihan, kadang dibuatnya aku menangis jika teringat apa yang telah ku pilih.
Disaat darah itu telah mengalir, hanya diam yang ku perbuat, hanya jiwa pengecut yang menggelayut mesra diantara besarnya rasaku.
Tapi asal kau tau dis, kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaanmu, aku akan selalu mencintaimu dengan utuh.
Jumat, 07 Agustus 2009
Ada dalam dilema
Entah apa yang sebenarnya ku rasakan saat tahu dia telah sendiri.
Bahagia, sedih, bingung, atau ekspresi yang lain. Sulit kupilih mana yang benar-benar menjadi cerminan perasaanku.
Bukankah sebenarnya ini yang ku tunggu-tunggu?
Saat dimana tak ada orang disamping adis yang bisa membuatku 'tersedak' lagi.
"Ayo grey inilah waktu yang tepat..!!"
Ah boi,,
Aku masih merasa takut. Aku selalu terngiang-ngiang teori itu,, cinta tak harus memiliki. Apalah arti memiliki hanya untuk menyakiti.
"Teori tinggal teori grey, adakalanya hidup tak berdampingan dengan teori,."
?!#%¿ _confuse
***
Menurutku Tuhan benar-benar sayang pada adis, Dia tak ingin waktu gadis manis itu terlalu lama dihabiskan dengan seseorang yang mungkin hanya akan memberinya sakit, aku yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.
Dan aku?
Apakah aku mampu lebih baik?
Tak ada jaminan untuk itu boi. Aku sendiri tak berani menjamin.
Berjalan dengan waktu adalah hal yang akhirnya selalu kupilih untuk mengakhiri kebuntuan pilihanku. Begitupun untuk hal satu ini.
Kau dan aku ada dalam dimensi yang sama, itulah yang menyebabkan kita sepertinya tak mungkin menjadi kepingan hati yang dapat disatukan.
***
Selamat datang di dunia kesendirian dis. Kadang dunia seperti ini jauh lebih asik dari yang kita bayangkan.
Kehidupan kadang tak beriring seperti yang kita mau. Tak berjalan pelan di samping kita saat kita sendirian.
Tapi bukan berarti hidup itu kejam, tapi hidup lebih tau akan semua hal, termasuk tentang diri kita melebihi pengetahuan kita tentangnya. Mungkin adis akan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat saat sendiri.
Keep spirit girl..
Bahagia, sedih, bingung, atau ekspresi yang lain. Sulit kupilih mana yang benar-benar menjadi cerminan perasaanku.
Bukankah sebenarnya ini yang ku tunggu-tunggu?
Saat dimana tak ada orang disamping adis yang bisa membuatku 'tersedak' lagi.
"Ayo grey inilah waktu yang tepat..!!"
Ah boi,,
Aku masih merasa takut. Aku selalu terngiang-ngiang teori itu,, cinta tak harus memiliki. Apalah arti memiliki hanya untuk menyakiti.
"Teori tinggal teori grey, adakalanya hidup tak berdampingan dengan teori,."
?!#%¿ _confuse
***
Menurutku Tuhan benar-benar sayang pada adis, Dia tak ingin waktu gadis manis itu terlalu lama dihabiskan dengan seseorang yang mungkin hanya akan memberinya sakit, aku yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.
Dan aku?
Apakah aku mampu lebih baik?
Tak ada jaminan untuk itu boi. Aku sendiri tak berani menjamin.
Berjalan dengan waktu adalah hal yang akhirnya selalu kupilih untuk mengakhiri kebuntuan pilihanku. Begitupun untuk hal satu ini.
Kau dan aku ada dalam dimensi yang sama, itulah yang menyebabkan kita sepertinya tak mungkin menjadi kepingan hati yang dapat disatukan.
***
Selamat datang di dunia kesendirian dis. Kadang dunia seperti ini jauh lebih asik dari yang kita bayangkan.
Kehidupan kadang tak beriring seperti yang kita mau. Tak berjalan pelan di samping kita saat kita sendirian.
Tapi bukan berarti hidup itu kejam, tapi hidup lebih tau akan semua hal, termasuk tentang diri kita melebihi pengetahuan kita tentangnya. Mungkin adis akan menjadi pribadi yang jauh lebih kuat saat sendiri.
Keep spirit girl..
Sabtu, 25 Juli 2009
Tentang aku
Kau minta aku menulis tentang aku. Grey si abu-abu.
Hmm..
Entah bagaimana caranya mendeskripsikan diriku sendiri Dis, harus dimulai dengan kata apa dan kalimat bagaimana, aku tak tahu..
*confuse
Oke.
Dengan sedikit meraba akan kucoba menyederhanakannya.
***
Aku penikmat buku dan pena.
Aku pengagum kuning yang sedikit risih dengan orang tinggi hati.
Aku orang yang sedang berusaha mencari potongan hatiku yang hilang, dan aku mulai pencarian itu dengan menulis di blog ini.
Aku manusia yang tak pernah mau berusaha melawan ketidakmungkinan hidup. Bagiku kalau sudah tidak mungkin ya sudah. ^^v
Aku adalah bagian dari generasi 45, tapi biarpun begitu IPK pertamaku tak begitu bagus. Ternyata 45 bagiku tak selalu bermakna kemenangan, keperkasaan atau kemerdekaan, bisa juga sebaliknya. Buktinya aku dikalahkan oleh nafsu untuk memalaskan diri.
*sebenarnya bukan salah 45 nya,, hehe
Aku penyuka dunia maya, karena akibatnya lah aku bisa sedikit menyalurkan rasa yang mulai membuat dadaku sesak.
Aku periang yang lebih suka menyendiri.
Aku . . . (nothing to describe)
Hmm..
Entah bagaimana caranya mendeskripsikan diriku sendiri Dis, harus dimulai dengan kata apa dan kalimat bagaimana, aku tak tahu..
*confuse
Oke.
Dengan sedikit meraba akan kucoba menyederhanakannya.
***
Aku penikmat buku dan pena.
Aku pengagum kuning yang sedikit risih dengan orang tinggi hati.
Aku orang yang sedang berusaha mencari potongan hatiku yang hilang, dan aku mulai pencarian itu dengan menulis di blog ini.
Aku manusia yang tak pernah mau berusaha melawan ketidakmungkinan hidup. Bagiku kalau sudah tidak mungkin ya sudah. ^^v
Aku adalah bagian dari generasi 45, tapi biarpun begitu IPK pertamaku tak begitu bagus. Ternyata 45 bagiku tak selalu bermakna kemenangan, keperkasaan atau kemerdekaan, bisa juga sebaliknya. Buktinya aku dikalahkan oleh nafsu untuk memalaskan diri.
*sebenarnya bukan salah 45 nya,, hehe
Aku penyuka dunia maya, karena akibatnya lah aku bisa sedikit menyalurkan rasa yang mulai membuat dadaku sesak.
Aku periang yang lebih suka menyendiri.
Aku . . . (nothing to describe)
Sabtu, 18 Juli 2009
Kembali kata dari seorang abu-abu
Bila nanti bulan membara dan pijar mataku redup tiba-tiba, tolong tancapkan belati di dada dan alirkan darahku pada fatamorgana.
Nice words.
Akan selalu ku ingat kata-kata itu, tapi aku tak pernah mengharapkan matamu redup segera hanya untuk mendapatkan alirah darah itu.
Andai kau masih ingat, dipostingan pertama aku pernah berucap,
"jangan pernah hiraukan seorang grey, karena itu hanya akan membuat langkahmu terhenti".
Tulisanku di blog inipun hanya "sekedar mengungkapkan rasa di sudut asa". Tak ada maksud lain. Kuingin kau tak terpengaruh sedikit pun, dimana senantiasa menjadi adis yang mencintai sejuk dan merindukan riang.
Ku biarkan tulisan demi tulisan mengalir tak ubahnya mata air. Bening dan berirama.
Tapi bukankah seluruh tetesan dan aliran air dimanapun itu pasti akan menemukan muaranya?
Lantas bagaimana ceritaku ini akan bermuara?
Atau.. tak pernah terdapat episode akhir?
Time is the answer.
Aku jelas bukan pangeran berkuda putih atau pahlawan berbentuk apapun, aku hanya seorang abu-abu sang pemilik hati yang belum lengkap.
Kisah pencarian potongan hati ini mungkin adalah jalan yang tak berujung atau cerita yang tak pernah selesai. Meskipun begitu ku harap dalam setiap langkah-langkahnya akan selalu terkarang melodi yang indah.
Ingat. Jika suatu ketika kamu merasa lelah dalam perjalanan hidup dan cintamu, 'mata air' ini selalu ada untuk kau pakai kapanpun kau butuhkan. =)
Nice words.
Akan selalu ku ingat kata-kata itu, tapi aku tak pernah mengharapkan matamu redup segera hanya untuk mendapatkan alirah darah itu.
Andai kau masih ingat, dipostingan pertama aku pernah berucap,
"jangan pernah hiraukan seorang grey, karena itu hanya akan membuat langkahmu terhenti".
Tulisanku di blog inipun hanya "sekedar mengungkapkan rasa di sudut asa". Tak ada maksud lain. Kuingin kau tak terpengaruh sedikit pun, dimana senantiasa menjadi adis yang mencintai sejuk dan merindukan riang.
Ku biarkan tulisan demi tulisan mengalir tak ubahnya mata air. Bening dan berirama.
Tapi bukankah seluruh tetesan dan aliran air dimanapun itu pasti akan menemukan muaranya?
Lantas bagaimana ceritaku ini akan bermuara?
Atau.. tak pernah terdapat episode akhir?
Time is the answer.
Aku jelas bukan pangeran berkuda putih atau pahlawan berbentuk apapun, aku hanya seorang abu-abu sang pemilik hati yang belum lengkap.
Kisah pencarian potongan hati ini mungkin adalah jalan yang tak berujung atau cerita yang tak pernah selesai. Meskipun begitu ku harap dalam setiap langkah-langkahnya akan selalu terkarang melodi yang indah.
Ingat. Jika suatu ketika kamu merasa lelah dalam perjalanan hidup dan cintamu, 'mata air' ini selalu ada untuk kau pakai kapanpun kau butuhkan. =)
Langganan:
Postingan (Atom)
