Kau minta aku menulis tentang aku. Grey si abu-abu.
Hmm..
Entah bagaimana caranya mendeskripsikan diriku sendiri Dis, harus dimulai dengan kata apa dan kalimat bagaimana, aku tak tahu..
*confuse
Oke.
Dengan sedikit meraba akan kucoba menyederhanakannya.
***
Aku penikmat buku dan pena.
Aku pengagum kuning yang sedikit risih dengan orang tinggi hati.
Aku orang yang sedang berusaha mencari potongan hatiku yang hilang, dan aku mulai pencarian itu dengan menulis di blog ini.
Aku manusia yang tak pernah mau berusaha melawan ketidakmungkinan hidup. Bagiku kalau sudah tidak mungkin ya sudah. ^^v
Aku adalah bagian dari generasi 45, tapi biarpun begitu IPK pertamaku tak begitu bagus. Ternyata 45 bagiku tak selalu bermakna kemenangan, keperkasaan atau kemerdekaan, bisa juga sebaliknya. Buktinya aku dikalahkan oleh nafsu untuk memalaskan diri.
*sebenarnya bukan salah 45 nya,, hehe
Aku penyuka dunia maya, karena akibatnya lah aku bisa sedikit menyalurkan rasa yang mulai membuat dadaku sesak.
Aku periang yang lebih suka menyendiri.
Aku . . . (nothing to describe)
Sabtu, 25 Juli 2009
Sabtu, 18 Juli 2009
Kembali kata dari seorang abu-abu
Bila nanti bulan membara dan pijar mataku redup tiba-tiba, tolong tancapkan belati di dada dan alirkan darahku pada fatamorgana.
Nice words.
Akan selalu ku ingat kata-kata itu, tapi aku tak pernah mengharapkan matamu redup segera hanya untuk mendapatkan alirah darah itu.
Andai kau masih ingat, dipostingan pertama aku pernah berucap,
"jangan pernah hiraukan seorang grey, karena itu hanya akan membuat langkahmu terhenti".
Tulisanku di blog inipun hanya "sekedar mengungkapkan rasa di sudut asa". Tak ada maksud lain. Kuingin kau tak terpengaruh sedikit pun, dimana senantiasa menjadi adis yang mencintai sejuk dan merindukan riang.
Ku biarkan tulisan demi tulisan mengalir tak ubahnya mata air. Bening dan berirama.
Tapi bukankah seluruh tetesan dan aliran air dimanapun itu pasti akan menemukan muaranya?
Lantas bagaimana ceritaku ini akan bermuara?
Atau.. tak pernah terdapat episode akhir?
Time is the answer.
Aku jelas bukan pangeran berkuda putih atau pahlawan berbentuk apapun, aku hanya seorang abu-abu sang pemilik hati yang belum lengkap.
Kisah pencarian potongan hati ini mungkin adalah jalan yang tak berujung atau cerita yang tak pernah selesai. Meskipun begitu ku harap dalam setiap langkah-langkahnya akan selalu terkarang melodi yang indah.
Ingat. Jika suatu ketika kamu merasa lelah dalam perjalanan hidup dan cintamu, 'mata air' ini selalu ada untuk kau pakai kapanpun kau butuhkan. =)
Nice words.
Akan selalu ku ingat kata-kata itu, tapi aku tak pernah mengharapkan matamu redup segera hanya untuk mendapatkan alirah darah itu.
Andai kau masih ingat, dipostingan pertama aku pernah berucap,
"jangan pernah hiraukan seorang grey, karena itu hanya akan membuat langkahmu terhenti".
Tulisanku di blog inipun hanya "sekedar mengungkapkan rasa di sudut asa". Tak ada maksud lain. Kuingin kau tak terpengaruh sedikit pun, dimana senantiasa menjadi adis yang mencintai sejuk dan merindukan riang.
Ku biarkan tulisan demi tulisan mengalir tak ubahnya mata air. Bening dan berirama.
Tapi bukankah seluruh tetesan dan aliran air dimanapun itu pasti akan menemukan muaranya?
Lantas bagaimana ceritaku ini akan bermuara?
Atau.. tak pernah terdapat episode akhir?
Time is the answer.
Aku jelas bukan pangeran berkuda putih atau pahlawan berbentuk apapun, aku hanya seorang abu-abu sang pemilik hati yang belum lengkap.
Kisah pencarian potongan hati ini mungkin adalah jalan yang tak berujung atau cerita yang tak pernah selesai. Meskipun begitu ku harap dalam setiap langkah-langkahnya akan selalu terkarang melodi yang indah.
Ingat. Jika suatu ketika kamu merasa lelah dalam perjalanan hidup dan cintamu, 'mata air' ini selalu ada untuk kau pakai kapanpun kau butuhkan. =)
Selasa, 07 Juli 2009
Hanya aku yang tahu
Aku pernah punya kenangan indah bersama adis, pertama, dan ku harap bukan yang terakhir.
Sebenarnya tak terlalu istimewa, mungkin adis sendiri telah lupa jika ternyata aku pernah begitu dekat dengannya.
Afterall, buatku itulah kenangan terbaik yang pernah aku punya.
Sebentar.
Tapi brkesan.
Sekali lagi berkesan hanya dalam dimensiku.
Kenangan seperti apa itu bentuknya tak begitu nyata bisa ku gambarkan. Aku hanya sebatas merasakan, tapi itu benar-benar pernah terjadi.
Entah apa yang terjadi,,
waktu itu aku tak berani untuk menatap matanya. Bahkan bila harus jujur sampai sekarang pun aku belum punya keberanian untuk itu. Aku hanya mampu sebatas mengamati dari jarak dimana aku bisa brsembunyi dengan semua rasa pecundang-ku, semua kulakukan karena aku tahu mata tak bisa berbohong, aku takut mataku akan mengatakan semuanya.
Saat aku berada di sampingnya aku selalu tak ingin dia tahu kalau itu adalah aku. Yang aku ingin di tahu ialah bahwa dia akan selalu ada di hatiku. Itu saja. Aku tak peduli bagaimanapun keadaannya dan untuk siapapun hatinya.
Singing:
Hanya cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima.
Kadang dia membuatku begitu merasakan kebahagiaan, tapi tak jarang dia membuatku tertunduk lesu tak bersemangat saat aku kembali tersadar bahwa dia telah menjadi milik yang lain.
Aku tak boleh bilang kalau aku lelah, meskipun aku tahu dicintai adis adalah sesuatu yang jauh dari mungkin.
Kesabaranku untuk menunggunya akan berakhir saat kesempatan itu benar-benar telah tertutup.
Singing (lagi) :
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi, hanya untuk bersamanya..
Ku mencintainya, sungguh mencintainya..
Nb. Terima kasih jika adis mau mampir ke blog fatamorgana ini. =)
Sebenarnya tak terlalu istimewa, mungkin adis sendiri telah lupa jika ternyata aku pernah begitu dekat dengannya.
Afterall, buatku itulah kenangan terbaik yang pernah aku punya.
Sebentar.
Tapi brkesan.
Sekali lagi berkesan hanya dalam dimensiku.
Kenangan seperti apa itu bentuknya tak begitu nyata bisa ku gambarkan. Aku hanya sebatas merasakan, tapi itu benar-benar pernah terjadi.
Entah apa yang terjadi,,
waktu itu aku tak berani untuk menatap matanya. Bahkan bila harus jujur sampai sekarang pun aku belum punya keberanian untuk itu. Aku hanya mampu sebatas mengamati dari jarak dimana aku bisa brsembunyi dengan semua rasa pecundang-ku, semua kulakukan karena aku tahu mata tak bisa berbohong, aku takut mataku akan mengatakan semuanya.
Saat aku berada di sampingnya aku selalu tak ingin dia tahu kalau itu adalah aku. Yang aku ingin di tahu ialah bahwa dia akan selalu ada di hatiku. Itu saja. Aku tak peduli bagaimanapun keadaannya dan untuk siapapun hatinya.
Singing:
Hanya cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima.
Kadang dia membuatku begitu merasakan kebahagiaan, tapi tak jarang dia membuatku tertunduk lesu tak bersemangat saat aku kembali tersadar bahwa dia telah menjadi milik yang lain.
Aku tak boleh bilang kalau aku lelah, meskipun aku tahu dicintai adis adalah sesuatu yang jauh dari mungkin.
Kesabaranku untuk menunggunya akan berakhir saat kesempatan itu benar-benar telah tertutup.
Singing (lagi) :
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi, hanya untuk bersamanya..
Ku mencintainya, sungguh mencintainya..
Nb. Terima kasih jika adis mau mampir ke blog fatamorgana ini. =)
Langganan:
Postingan (Atom)
